Sebelum cabut gigi, perhatikan hal berikut ini


FS Dental Care - Apakah anda memiliki gigi yang hendak di cabut? Pencabutan gigi seharusnya menjadi pilihan terakhir, dimana kondisi gigi sudah parah dan tidak bisa dipertahankan lagi.

Cabut gigi itu aman dan tidak berbahaya, asal dilakukan sesuai prosedur yg benar. Setiap hari, di seluruh dunia, ribuan kali dilakukan pencabutan gigi, dan buktinya aman-aman saja.

Kalaupun ada yang berakibat fatal, bisa jadi itu hanya kasus. Misalnya, karena ternyata pasien punya penyakit berat tertentu sebelumnya.

Gigi harus dicabut karena berbagai alasan.
Pada beberapa kasus, jika gigi tidak dicabut, maka bisa terjadi FOCAL INFECTION.

Bakteri dari gigi busuk bisa terbawa peredaran darah ke mana-mana, ke organ tubuh vital seperti jantung atau ginjal dan organ-organ lainnya menyebabkan ORGAN FAILURE dan akhirnya tjd kondisi SEPSIS yg mengancam NYAWA pasien yg berakhir dgn MENINGGAL DUNIA

Yang Perlu diperhatikan sebelum pencabutan gigi :

1. Penderita diabetes.

Penderita diabetes biasanya akan sulit sembuh jika terjadi luka, sedangkan setelah pencabutan gigi akan meninggalkan luka terbuka yang yg kdg cukup besar jika tdk dijahit.

Sebaiknya mengontrol gula darah terlebih dahulu, jika kadarnya sudah normal maka gigi boleh dicabut.

2. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Saat tekanan darah sedang tinggi, maka tekanan didlm pembuluh darah juga besar.

Jika dilakukan cabut gigi, maka terjadi pendarahan yg banyak atau darah susah sekali dihentikan.

3. Ibu hamil.

Sebaiknya hindari mencabut gigi terutama saat usia kehamilan trimester pertama dan ketiga. Karena diduga obat bius (anestesi) yang diberikan sebelum mencabut gigi kemungkinan dapat menimbulkan kontraksi yang bisa berakibat pada keguguran.

Cabut gigi bisa dilakukan pd trimester ke dua (usia kandungan 4-6 bln) dgn kondisi kehamilan yg sehat dan terlebih dahulu berkonsultasi dgn dokter spesialis kandungannya.

Utk ibu hamil biasanya cukup giginya dibersihkan, diberi obat saluran akar, tambal sementara, diberi antibiotik dan antinyeri yg aman dan pencabutan ditunda smp setelah melahirkan

4. Penderita sakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Orang yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti jantung, sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu sebelum mencabut gigi. Agar kuman tdk masup ke jantung melalui peredaran darah

5. Pasien yg baru saja menjalani operasi besar

Misalnya operasi by pass jantung, maka pencabutan gigi harus dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam yang merawatnya, atau malah ditunda.

Biasanya, sebelum operasi besar, seperti operasi by pass, dilakukan check up menyeluruh, termasuk gigi.

6. Pasien kanker yang harus menjalani perawatan dengan penyinaran.

Setelah penyinaran,­ maka selama 5 tahun tidak boleh dicabut giginya. Kalau ada gigi yang lubang atau rusak berat, sebaiknya dirawat smp tuntas dulu sebelum penyinaran. Jika tidak, bisa terjadi resiko osteoradionekrose (tulang rahang disekitar gigi yg dicabut nekrosis/mati)

7. Ada pembengkakan yg tdk wajar disekitar gigi yg akan dicabut yg sdh berlangsung lama, dan diduga merupakan sebuah keganasan/ tumor /kanker

Sebaiknya difoto ronsen lbh dahulu dan dilakukan biopsi jaringan gigi.

Agar tidak mengancam nyawa pasien pasca cabut gigi.

8. Gigi yg akan dicabut sdg sakit sekali /akut atau masih bengkak dan bernanah

Infeksi gigi letaknya dibawah akar gigi jauh didalam tulang rahang, butuh antibiotik dosis kuat (golongan Linkosamide, golongan aminoglicoside, golongan kuinolon) agar bisa menembus dan mengobati infeksi di dalam tulang rahangnya.

Kuman infeksi gigi kebanyakan adalah jenis bakteri an aerob yg mmg bandel sekali sifatnya.

Kalo gigi msh sakit/ msh infeksi dicabut maka obat anestesi (apalagi yg generik hehehe)
tdk mempan hanya 1 kali injeksi, butuh 2-3 ampul dan kadang walau sdh dibius berkali2 kl masih sakit cabut giginya ditunda, wlpn bibir dan rahang sdh tebal sekali rasanya/mati rasa krn pembiusan.

utk kasus gigi tdk ada tawar menawar utk minum obat, HARUS DIMINUM ya? Apalagi antibiotiknya harus habis diminum sesuai aturan pakai agar infeksi / nanahnya tuntas tas taaaasss….

Dan gigi anda bisa segera dicabut dikunjungan berikutnya

Mengapa obat bius tidak mempan pd gigi yg masih sakit????

Ini penyebabnya :

Karena radang/nanah/ yg berada diujung akar gigi menghalangi kerja obat anestesi utk memblok syaraf sekitar gigi yg akan dicabut, akhirnya obat biusnya jd tdk mempan (wlpn yg obat bius paten sekalipun lho ya? )
Dan saat gigi digoyang pake tang/ obeng khusus, gigi msh terasa sakit.
Dan penyembuhan pasca cabut gigi nya akan jauh lbh lama,
drpd gigi yg saat dicabut tdk dalam keadaan sakit

Gigi yang msh bernanah, jika dipaksa dicabut maka kuman dalam nanah bisa beresiko masuk ke pembuluh darah yg terbuka pasca pencabutan gigi, lalu berputarlah kuman2 tsb keseluruh tubuh bersama aliran darah dan jika kondisi tubuh pasien drop/ daya tahan tubuh menurun maka terjadilah bakteremia, lalu sepsis, dilanjut organ failure dan diakhiri pasien bisa meninggal dunia.

Jd jgn sekali2 ngotot minta dicabut kalo gigi sdg sakit sampai berantem dengan dokter giginya ya!
Krn itu berbahaya bagi anda!!!
Dan ancaman hukuman penjara buat kami krn tuduhan malpraktek yg belum tentu kami yg salah lho? hehehe

Jd anggapan kl gigi sakit minta dicabut saja lah Dok, biar hilang sakitnya,
itu menyalahi aturan, mau ya hilang giginya sekaligus nyawanya? Heheheh piss!

Seharusnya gigi kalo diketuk/ ditekan msh sakit itu di open bur ruang syarafnya (dibuka pake bur) di endodontik treatment/ Root canal therapy/ perawatan saluran akar, agar sakitnya mereda, dan obat yg diminum mempercepat penyembuhannya…….

INGAT !! Sakit yang berbeda perlu penanganan yang berbeda juga. Seperti, pusing yg minum obat warung sdh cukup, sakit gigi butuh perawatan pada gigi tersebut seperti syaraf giginya,dan butuh pengetahuan obat2 an yg pas utk gigi
daaaaan butuh diagnosa yg teliti dari sang dokter gigi yg tentu saja didapat dr pengalaman di lapangan /praktek yg sdh bertahun2…… hehehehe

Sering kali pasien tidak menyampaikan atau bahkan tidak tahu riwayat penyakit yang ia punya. Ini yang kadang-kadang membuat dokter gigi kecolongan dan bahkan berakibat fatal.
Cabut gigi, kan, termasuk operasi juga (operasi kecil/minor surgery).
Jadi, sebaiknya standar prosedurnya dilakukan dengan benar.

Pergi ke dokter gigi, bagi kebanyakan orang, memang masih merupakan momen yg MENAKUTKAN, (dan MAHAL?? uhuk!)

Kebanyakan orang jarang ke dokter gigi, kecuali giginya sdh sakit banget.

Biasanya, mereka lbh memilih minum obat painkiller (penghilang rasa sakit) lebih dulu.
Kalau tidak sembuh juga, barulah dia ke dokter gigi?
Benar kan? Iya apa Iya?

Meminum obat-obatan painkiller memang boleh-boleh saja. “Sebetulnya enggak apa-apa. Obat-obat painkiller itu, kan, dijual bebas di apotek dan bukan hanya untuk sakit gigi saja.
Tapi, minum obat-obatan painkiller tidak akan menyembuhkan sakit giginya.
Mengurangi rasa sakit iya, tapi tidak menyembuhkan.
Jika terjadi infeksi pada gigi, maka gigi harus dibersihkan kumannya, bagian gigi yang busuk dibuang, lalu diberi antibiotik, dan sebagainya.”

9. CABUT GIGI ATAS MENGGANGGU SARAF MATA! ITU HANYA MITOS!

Cabut gigi atas asal dilakukan dgn prosedur yg benar, gigi tdk dalam keadaan sakit tidak berbahaya, jika ada kasus gangguan syaraf mata yg katanya pasca cabut gigi, penyebabnya perlu diselidiki dahulu, kemungkinan pasien sdh mengalami gangguan pd saraf mata sebelumnya krn penyakit lain.

10. Riwayat alergi obat,

Setelah cabut gigi biasanya dokter gigi akan memberikan resep obat yg harus diminum, biasanya berupa obat antibiotik dan antinyeri. beritahukan pada dokter gigi jika anda memiliki riwayat alergi obat2an tertentu misalnya alergi dgn antibiotik penisilin, alergi obat antinyeri antalgin dll. dokter akan menggantinya dgn obat lain yg lbh aman untuk anda. hal ini utk menghindari reaksi alergi berat thd obat yg dinamakan Steven Johnson’s Syndrome yg jika terlambat ditangani dapat menyebabkan kematian.

Jika terlanjur timbul alergi obat berupa keluhan gatal2, bengkak2, biduran dll, pertolongan pertama bisa dgn minum air kelapa hijau utk menetralkan. segera pergi ke UGD RS terdekat utk mendapatkan pertolongan dan hubungi dokter gigi anda.

Kesimpulan :
Pada prinsipnya, gigi harus dipertahankan karena dengan berkurangnya jumlah gigi, fungsi pencernaan akan terganggu. Dan memberatkan kerja lambung krn makanan tidak terkunyah smp halus.

Pencabutan gigi sebetulnya merupakan pilihan terakhir dan harus dilakukan sesuai prosedur yg benar dgn memperhatikan kondisi/riwayat kesehatan pasien.

Semoga bermanfaat ya

Sumber tulisan:

Profil Prima Kusuma Wardhany di Facebook

Related Post

Next
Previous
Click here for Comments

0 comments: